Pengertian dan Hukum Puasa Ramadhan

Pengertian Puasa Ramadhan serta Hukum Puasa Ramadhan. Beberapa hari lagi, seluruh umat islam disegala penjuru dunia akan kedatangan tamu yang sangat agung dan sangat mulia, yakni Bulan Suci Ramadhan . Dimana dalam bulan ramadhan, umat islam diwajibkan berpuasa selama 30 hari penuh.

Bulan Puasa Ramadhan dipercaya sebagai bulan yang penuh pengampunan dosa serta bulan yang penuh dengan pahala. Sehingga tidak heran, dibulan suci ini, kaum muslimin dan muslimat selalu berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dan/atau meningkatkan amal kebaikan sesama manusia.

Untuk lebih jauh memahami apa itu Puasa Ramadhan, pada halaman ini SoogLo Media akan mengupas tentang pengertian puasa ramadhan, hukum puasa ramadhan serta orang-orang yang berkewajiban menunaikan ibadah puasa ramadhan. Berikut ulasannya

Pengertian Puasa Ramadhan menurut Bahasa 

Puasa atau shiyam dan/atau saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Seperti yang dilakukan Maryam bunda Nabi dan Rasul Isa AS ketika menahan diri dari berbicara. 
فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا (مريم :26 )ز
Artinya:
Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini."

Maryam berpuasa berarti menahan diri untuk tidak berbicara

Pengertian Puasa Ramadhan Menurut Istilah 

Menurut syariat agama Islam, puasa ramadhan artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)
Artinya:
 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 

Pengertian Puasa Ramadhan

 Adalah nama bulan yang kesembilan dalam kalender Islam. Ramadhan didahului bulan Sya’ban dan diikuti oleh Syawal. Jadi puasa Ramadhan adalah puasa yang wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan oleh orang-orang Islam. Puasa Ramadhan termasuk salah satu rukun Islam. Dalam hadist Imam Bukhari, puasa Ramadhan disebutkan pada nomor yang kelima setelah ibadah haji, sedangkan Imam Muslim meletakkannya pada nomor yang ke-4 setelah membayar zakat.
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ (صحيح البخاري )
Artinya: 
Islam itu dibangun di atas lima perkara: Persaksian bahwa tiada tuhan (yang benar untuk diibadahi) kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, dan mendirikan shalat, membayar zakat, ibadah haji, dan puasa Ramadhan. 

Hukum Puasa Ramadhan 

Berdasarkan Surah al-Baqarah (2) ayat 183-185, juga hadist di atas semua umat Islam sepakat bahwa puasa ramadhan adalah salah satu rukun Islam. Barangsiapa yang menginkarinya, ia kafir. Barangsiapa mempercayainya tetapi tidak mengerjakan bukan karena alasan syar’i ia berdosa besar.

Orang yang Wajib Mengerjakan Puasa Ramadhan 

Berdasarkan Surah al-Baqarah (2) ayat 183-185, yang wajib berpuasa adalah orang Islam yang sudah baligh, yang berakal (sehat akalnya, tidak sedang hilang akal/lupa), sehat badannya, tdak sedang bersafar (bepergian jauh)

Orang yang Diperbolekan Tidak Mengerjakan Puasa Ramadhan 

Orang sakit yang sudah tidak dapat diharapkan kesembuhannya, atau orang sakit yang bila puasa semakin menambah parah sakitnya. Orang yang tua/lemah (termasuk wanita hamil dan sedang menyusuhi).

 Akan tetapi wajib baginya membayar fidyah (yaitu bahan makanan yang mengenyangkan seseorang dalam sehari, seperti ketika ia sendiri sedang makan) sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya. Juga orang yang sakit tetapi bisa diharapkan kesembuhannya, orang yang sedang bepergian jauh. Bagi mereka wajib mengganti puasa sebanyak puasa yang ia tingalkan.
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (البقرة : ١٨٤)
Artinya:
Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 

Orang yang Dilarang Berpuasa Ramadhan 

Yang dilarang adalah disamping orang kafir (termasuk ahli kitab), orang yang hilang akal, termasuk wanita-wanita yang sedang haid dan nifas.
....أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ
(Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya) ... bukankan bila sedang haidl kalian tidak shalat dan tidak puasa?. Kami (para shahabat putri) menjawab: Benar 


Dan bagi mereka diwajibkan untuk mengganti puasa.

Pembaca, itulah pengertian dan hukum puasa ramadhan yang dapat SoogLo Media share, jika ada kekurangan dan/atau salah-salah kata, mohon untuk di betulkan. Karena disini kami tidak merasa pintar sendiri dalam berbagi, melainkan kita belajar bersama. Jadi mohon untuk saling mengingatkan. Terima kasih dan semoga bermanfaat. 
...:

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top